Langsung ke konten utama

Postingan

Sepi 02

Ku hirup aroma kopi pagiku. Tak ada aroma kopi sesesak ini pikirku. Aku lupa aku tengah menunggu kabarmu, aku menunggu jawaban pesanmu yang ku kirim pagi ini selepas bangun dari lelapnya malam. Mungkin pesan sederhana yang cenderung membosankan memang malas untukmu membaca. Tapi ada percikan rindu didalam setiap pesan yang kukirimkan. Sengaja pesan itu kukirimkan agar kamu tau ada seseorang yang merindukanmu di kejauhan. Di bentangan jarak sumatera, hanya komunikasi secara jauh yang bisa aku lakukan. Tanpa aku mengetahui secara pasti bagaimana kabarmu sesungguhnya disana. Aku percaya kamu tegar melewati apa yang menghadang. Tapi bolehkah aku mengganggu waktumu sebentar agar rindu ini terobati. Akhir akhir ini kita susah berkomunikasi. Padahal keutuhan hubungan kita selama ini adalah berkat komunikasi. Aku tak paham kenapa begitu susah aku menghubungimu, mengapa begitu susah kamu menghubungiku. Sudah lama suara kita tak saling mendengar, aku rindu saat saat kita bercanda tawa meskipun...
Postingan terbaru

Sepi 01

Hai kamu, masih pedulikah denganku? Atau aku sudah tergantikan dengan kesibukan mu? Kecapekanmu? Atau teman mainmu yang baru?. Baru kali ini kamu ucap capek tanpa ada cerita satupun, tanpa ada dering telpon satupun. Mungkin aku benar tergantikan atau aku saja yang berlebihan. Malam malamku tak lagi terhias tawamu, tak lagi terhias senyummu. Nyaring suaramu pun mungkin sudah lupa. Sisa sisa malam libur cuma aku habiskan memandang chat kita, berharap kamu online dan menyapaku. Tapi,  setiap kulihat kamu online tak pernah aku baca satupun sapamu. Mungkin kamu menunggu sapaku atau kamu sedang sibuk aku tak tau. Aku selalu memperhatikanmu sejak saat sibukmu meskipun aku jarang mengirim pesan.Belakangan Aku heran ketika kamu bercerita tantang hal yang biasa kamu bagi denganku sekarang kamu ceritakan kepada orang lain. Aku terheran ketika melihat status mu tak lagi telpon ku yang dominan. Aku semakin heran tatkala telponku tak pernah lagi kau hiraukan. Aku tak peduli siapa dia, yang jel...

Jalan Jalan Ke Serambi Makkah

            Serambi Mekkah adalah sebutan untuk salah satu daerah di Indonesia yang memiliki otonomi khusus dan sangat kental dengan nuansa Islam nya, yaitu Aceh. Saya ingin mengulas sedikit tentang perjalanan saya beberapa waktu yang lalu tepatnya bulan Agustus 2017, dimana saya untuk kedua kalinya mengunjungi Aceh. Pertama kali saya mengunjungi Aceh adalah sekitar bulan Maret 2016, waktu itu saya sengaja pergi kesana untuk mengunjungi sang tambatan hati yang memang orang Aceh. Dan kali ini, sama seperti pertama kali, dengan alas an yang sama saya mengunjunginya kembali. Tapi tenang, tulisan ini bukan soal kisah percintaan kok, jadi gak usah khawatir Baper untuk baca, hehe.             Aceh merupakan daerah dengan sejarah yang amat panjang, bahkan pada masa kerajaan Majapahit benih benih dan cikal bakal Aceh sudah muncul. Hal ini bisa dibuktikan dengan majunya perdagang...

Senja kali ini

Senja Kali ini, terasa sedikit berbeda, terasa sedikit ada yang kurang. Mungkin ini terikat dengan kenangan senja senja sebelumnya. Ataukah hanya kerinduan yang tak bisa diungkap. Angin dan Ombak terasa menyatu tak terpisahkan. Matahari dan laut terasa bahagia, mereka akhirnya saling menyapa setelah setengah hari berjauhan. Namun itulah siklus, kadang kita berada pada titik pertemuan, tapi kadang kita berada pada titik terjauh, tapi jangan khawatir, masih ada senja yang mempertemukan. Aku percaya senja yang dirindukan akan hadir, aku percaya senja yang dahulu akan kembali. Seiring berjalannya waktu, seiring dengan jauhnya kita melangkah, aku yakin. Bagiku ini adalah siklus, siapapun pasti mengalami ini, kerinduan yang begitu dalam. Sebagai hamba Nya, aku menganggap ini sebagai nikmat yang patut disyukuri. Mungkin kita lelah menunggu, lelah menanti, tapi nikmat menunggu dan menanti sangatlah indah. Kau bisa mengerti indahnya pertemuan, indahnya kebersamaan, indahnya kebahagiaan, hanya ...

Dilema

Tahukah kamu, saat ini aku merindukanmu?  Tahukah kamu, saat ini aku ingin beranjak menemuimu? Dulu kita sering bersama, Bertukar cerita, Menerobos jalanan yang tak tahu akan kemana tujuan kita. Sudah berapa banyak hujan yang terlewati? Sesederhana itu kita dulu, dan aku rindu saat saat itu. Tapi itu dulu, sebulan yang lalu bahkan 1 tahun 11 bulan yang lalu. Aku bukannya ingin menyalahkanmu atau diriku, tapi memang inilah jalan kita, yang harus kita tempuh. Entah ini bisa disebut cobaan atau takdir, tapi hati ini ingin bertemu denganmu. Rasanya baru kemarin kita bareng, tapi waktu mengatakan lain, ternyata lama juga ya waktu ini. Senja sore kali ini aku habiskan dengan menatap cerita kita, yang tersimpan rapi dalam album. Satu persatu kenangan terlintas, aku mengamati nya dengan dalam, sedalam palung di lautan hehe. Membayangkan, merasakan kau ada disini sekali lagi, menemaniku menerjang jalanan, menikmati senja, menikmati percakapan kita, Sungguh indah sekali. Kini, tiba waktuny...