Hai kamu, masih pedulikah denganku? Atau aku sudah tergantikan dengan kesibukan mu? Kecapekanmu? Atau teman mainmu yang baru?. Baru kali ini kamu ucap capek tanpa ada cerita satupun, tanpa ada dering telpon satupun. Mungkin aku benar tergantikan atau aku saja yang berlebihan.
Malam malamku tak lagi terhias tawamu, tak lagi terhias senyummu. Nyaring suaramu pun mungkin sudah lupa. Sisa sisa malam libur cuma aku habiskan memandang chat kita, berharap kamu online dan menyapaku. Tapi, setiap kulihat kamu online tak pernah aku baca satupun sapamu. Mungkin kamu menunggu sapaku atau kamu sedang sibuk aku tak tau.
Aku selalu memperhatikanmu sejak saat sibukmu meskipun aku jarang mengirim pesan.Belakangan Aku heran ketika kamu bercerita tantang hal yang biasa kamu bagi denganku sekarang kamu ceritakan kepada orang lain. Aku terheran ketika melihat status mu tak lagi telpon ku yang dominan. Aku semakin heran tatkala telponku tak pernah lagi kau hiraukan. Aku tak peduli siapa dia, yang jelas dia merebut perhatian yang seharusnya milikku.
Aku tak bisa membohingi perasaanku, aku tak tau apa yang kamu kerjakan disana atau dengan siapa kamu disana. Aku cuma bisa menerka dan hanya menerka, berharap sedikit belas kasihanmu dan kamu kembali memperhatikanku. Ku biarkan kamu sesuka hatimu, aku coba untuk tak mengganggumu, mungkin itu yang bisa aku lakukan untuk meredam amarahku. Entahlah aku cuma ingin kembali .
Komentar
Posting Komentar